BPPD Lombok Timur dan BLKI Bersinergi Siapkan SDM Pariwisata


Salah satu instrumen memajukan pariwisata dukungan dari berbagai pihak yang salah satunya adalah sumber daya manusia mumpuni. Guna menyiapkan SDM pariwisata di Lombok Timur, Badan Promosi Pariwisata Daerah Lombok Timur menggelar kursus Bahasa Asing.

Menurut Ahmad Roji, Direktur Badan Promosi Pariwisata Daerah Lombok Timur menyebut kegiatan itu akan di fokuskan ke daerah-daerah yang selama ini menjadi pusat destinasi Lombok Timur.

“Sebagai komitmen memajukan pariwisata Lombok Timur, Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Lombok Timur akan terus melakukan berbagai upaya dan terobosan guna kemajuan Lombok Timur, nah sebagai salah satu agenda awal ini adalah pelaksanaan kegiatan Kursus Bahasa Asing di berbagai wilayah Lombok Timur, terutama di daerah pusat-pusat destinasi wisata. Ujarnya saat menyampaikan sambutan. Kamis, 11/04/2019.


Lebih lanjut lagi, Ahmad Roji menyebut kegiatan Kursus Bahasa Asing ini sebagai bentuk dan keseriusan lembaganya dalam menyiapkan SDM pariwisata di Lombok Timur.

“Saya sangat berterima kasih atas fasilitasi dan kerjasama Balai Latihan Kerja Internasional Lombok, kegiatan ini berjalan atas sumbangsihnya untuk menyiapkan SDM di Lombok Timur. Ujarnya lagi.

Seperti yang diketahui, kegiatan kursus Bahasa Asing ini terselenggara atas kerjasama BPPD Lombok Timur dengan BLKI Lombok yang bermarkasi di Lenek Kec. Aikmel Lombok Timur, NTB.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Lombok Timur, program itu diwujudkan dalam bentuk Kursus Bahasa Asing selama 49 hari, dimana 1 (satu) titik itu diikuti oleh 16 orang peserta, syarat untuk mengikuti program dimaksud adalah usia kerja 18 - 35 thn. Program kemtraan ini telah dimulai, Kamis,11 April 2019, pilot project ini dilaksanakan di  3 (tiga) Desa Wisata penyangga dan Desa Wisata, meliputi Masbagek, Tetebatu dan Sapit.

Kegiatan ini dihajatkan untuk meningkatkan kapasitas Sumber daya manusia di Desa Penyangga dan Desa Wisata untuk membantu upaya-upaya promosi didestinasi wisata daerah setempat khususnya.

Siniergi BPPD dan BLKI diharapkan tidak hanya sebatas program kursus bahasa asing, melainkan juga program-program yang menjadi kebutuhan dunia pariwisata, karena sektor ini memerlukan banyak tenaga kerja profesional. Terutama sekali tentang rencana MGP Lombok yang rencananya di Mandalika Lombok Tengah.  (Tim BPPD)